Kajian Mendalam Tentang Jaringan Kebijakan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Agam Jadikan Misnar Sitriwanti Sebagai Doktor

Situjuh, Padang. Penyebaran Covid-19 yang terjadi di akhir tahun 2020 mengubah dunia dalam menghadapi bencana alam yang bersifat non alam. Tidak adanya pengalaman penanggulangi bencana non alam dari banyak negara justru menghasilkan kebijakan yang bersifat trial and error. Memang ada yang berhasil, tapi ada juga yang gagal. Semua keberhasilan dan kegagalan ini jelas menjadi pembelajaran bagi banyak peneliti di seluruh dunia. Begitu juga dengan kajian disertasi doktor yang dilakukan Misnar Sitriwanti tentang Analisis Jaringan Kebijakan Penanganan Bencana Non-Alam  (Studi Pada Penanganan Covid 19 Di Kabupaten Agam). Dalam kajian ini ditemukan bahwa interaksi yang terjadi dalam penanggulangan Covid19 ini sangatlah kompleks. Ini terjadi di antara tingkat pemerintahan yang berakhir di Nagari—sebagai kesatuan terkecil masyarakat hukum adat di Sumatera Barat.

Interaksi aktor pemerintah dan non pemerintah terjadi dalam bentuk kerjasama dan koordinasi. Bentuk kerjasama yang dilakukan bersifat aksidental (tidak sengaja) dan terencana melalui berbagai kegiatan yang menunjang program penanganan sektor kesehatan dan non kesehatan. Selanjutnya, bentuk koordinasi berupa koordinasi dengan lembaga, asosiasi dan  kelompok ninik mamak, alim ulama, paguyuban, perantau, dan komunitas lokal lain yang ada di lingkungan terdekat masyarakat, kelompok agama serta media lokal. Interaksi di antara aktor ini melahirkan jaringan yang bersifat kolaboratif adapatif dalam penangulangan Covid-19 di Kabupaten Agam.

Interaksi jaringan yang terjadi di antara aktor ini berupa pertukaran informasi, koordinasi, kolaborasi, negosiasi, dan pembelajaran bersama serta adaptasi dengan tujuan melakukan pencegahan, kesiapsiagaan, respon dan pemulihan. Interaksi antar aktor ini dipengaruhi oleh dimensi endogen, yaitu dimensi yang hanya mempengaruhi multilevel pemerintahan, dan dimensi eksogen yaitu yang mempengaruhi multilevel pemerintahan dan aktor non pemerintahan. Kontribusi utama dalam penelitian Dr. Misnar Sitriwanti ini adalah pada upayanya menyempurnakan teori jaringan kebijakan yang dijelaskan oleh Song et al. (2014) yang mengabaikan faktor endogen dan eksogen dalam melihat keberhasilan implementasi kebijakan dalam situasi bencana (darurat).

Disertasi ini berhasil dipertahankan Misnar Sitriwanti dalam Ujian Terbuka Program Doktor Studi kebijakan pada 17 Juni 2026 di Aula Pascasarjana Universitas Andalas. Dr. Misnar Sritiwanti menjadi doktor kedua yang berhasil diluluskan program studi ini sejak didirikan tahun 2020.

slot